Seputar Penyakit Jantung: Gambaran Dasar, Gejala, dan Pencegahan

Penyakit jantung termasuk salah satu penyakit degeneratif yang banyak ditemukan di Indonesia. Pada tahun 2013, tercatat 883.447 orang menderita penyakit jantung koroner. Untuk itu, sangatlah penting untuk mempelajari gambaran dasar, gejala, dan pencegahan penyakit jantung.

Gambaran dasar penyakit jantung

Setiap gangguan yang terjadi pada jantung dapat dikategorikan sebagai penyakit jantung. Namun, jenis penyakit jantung yang paling banyak terjadi ialah jantung koroner. Penyakit ini terjadi akibat menumpuknya plak pada arteri sehingga menghambat aliran darah. Selain jantung koroner, gangguan yang juga dikategorikan sebagai penyakit jantung ialah:

Gejala penyakit jantung

Penyakit jantung mendapatkan julukan “silent killer” karena sering muncul secara tiba-tiba. Namun, terdapat juga gejala umum yang bisa menjadi tanda adanya penyakit jantung.

  • Detak jantung cepat atau lambat
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Pencegahan: Mencari info kesehatan jantung

Sebelum terlambat, sangatlah baik untuk mencegah timbulnya penyakit jantung. Hal yang paling mudah dilakukan ialah mencari tahu info kesehatan jantung. Kumpulkan informasi sebanyak mungkin agar kita bisa melakukan antisipasi dengan tepat. Namun, selain mencari informasi, hal yang tidak kalah penting ialah mempraktikkan hidup sehat. Pastikan juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter. Sebagai acuan, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan

1. Mewaspadai munculnya gejala

Penyakit jantung tidak hanya terjadi pada mereka yang memiliki resiko tinggi. Oleh karena itu, penting untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh yang kita rasakan.

2. Olahraga teratur

Olahraga akan membantu kita menjaga kebugaran jantung. Dalam satu minggu, disarankan untuk berolahaga setidaknya 20 menit sehari.

3. Melakukan cek kesehatan secara rutin

Jika mengecek kesehatan secara rutin, seseorang bisa mengetahui apakah kesehatannya sedang bermasalah atau tidak.

5. Minum banyak air putih

Mengonsumsi air putih yang cukup juga bisa menjaga kesehatan jantung. Namun, apabila memiliki penyakit jantung, konsultasikanlah pada dokter mengenai asupan air putih yang dibutuhkan.

Apa itu Autism Spectrum Disorder?

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gangguan perkembangan. Beberapa contoh kondisi yang termasuk dalam ASD ialah autism, sindrom Asperger, sindrom Heller, serta Gangguan Perkembangan Pervasif (PPD-NOS). ASD Memiliki beberapa gejala umum, yakni:

a.      gangguan interaksi sosial dan komunikasi

Gangguan ini membuat penderita ASD kurang peka terhadap lingkungannya. Selain itu, mereka juga kesulitan dalam berbahasa verbal maupun non verbal. Beberapa contoh gangguan ini ialah:

  • minimnya kontak mata
  • sering mengulang kata ataupun frasa
  • serta lebih suka menyendiri.
  1. gangguan pola perilaku

Jenis gangguan kedua ini merujuk pada terbatasnya pola pikir, minat, dan perilaku. Seringkali penderita ASD juga melakukan pengulangan perilaku. Contoh gangguan dalam hal pola perilaku ialah:

Menggali potensi anak autis

Gangguan pada penderita ASD tidaklah sepenuhnya menjadi hambatan. Seperti anak lainnya, anak autis atau ASD juga memiliki kesempatan untuk berkembang. Asalkan diberikan perawatan dan pendidikan yang tepat, mereka tentu bisa menemukan potensi terbesar pada dirinya. Maka itu, pemberian terapi serta asrama anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa menjadi solusi.

a.      Melakukan terapi anak autis

Pemberian terapi akan membuat anak autis berkembang lebih baik. Sebab, terapi-terapi ini ditujukan untuk melatih bagian-bagian yang perkembangannya terhambat. Semakin efektif sebuah terapi, semakin berkurang juga gejala autisme yang akan muncul. Anak autis bukan hanya bisa mengikuti proses belajar saja. Mereka juga akan lebih  bisa memahami lingkungan sosialnya. Beberapa contoh terapi yang biasanya dilakukan anak autis ialah terapi okupasi, terapi wicara, serta terapi perilaku.

b.      Asrama anak berkebutuhan khusus (ABK)

Selain pemberian terapi, potensi anak autis juga bisa digali melalui asrama ABK. Di sinilah anak autis bisa ‘terjun’ langsung ke lingkungan yang menyediakan fasilitas untuk ABK. Bersama dengan anak-anak lainnya, penderita ASD dan autis akan dididik dengan harapan mereka bisa hidup lebih mandiri.